Mendidik Anak Remaja Dalam Islam

Mendidik anak Remaja Dalam Islam
"Don't blink they grow up too fast."

Hmmm, ada benarnya juga nih. Seperti yang aku rasakan, dalam sekejap mata Babybear sudah menginjak usia 3 tahun.

Rasa-rasanya baru kemarin kita berjibaku untuk bertahan hidup, alhamdulillah kami bisa melewatinya bersama-sama.

"It takes courage to grow up and become who you really are."

Jujur belum terbersit dalam bayanganku hingga nanti tiba masanya bagaimana kami akan mendidik anak remaja laki-laki, sesuai ajaran yang kami anut tentunya ... mendidiknya secara islami.

Dalam Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712 tentang 7 golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di padang mahsyar nanti. Salah satunya adalah "pemuda yang tumbuh dan berkembang dalam beribadah kepada Allah."

Cara Rasulullah Saw Mendidik Anak

Di zaman serba digital mudah bagiku untuk belajar dunia parenting, baik itu secara online maupun offline. Namun tidak serta merta semua ilmu parenting tersebut kami terima dan diterapkan kepada si kecil.

Lagi, lagi mendidik anak terutama nanti ketika beranjak remaja ... mendidiknya sesuai kaidah menurut Islam pastilah menjadi jujukan kami, lalu siapa lagi junjungan umat muslim kalau bukan Rasulullah Saw.

Mendidik anak cara Rasulullah Saw ini dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu:

1. Umur anak-anak 0–6 tahun

Di tahap ini Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang tanpa batas. Bahkan saat anak melakukan kesalahan pun tidak boleh dipukul, atas dasar untuk mendidik.

Allahu Akbar, apalah aku ketika Babybear usil ujung jarinya kuselentik dengan maksud ia mengerti bahwa itu tidak baik [ooops].

2. Umur anak-anak 7–14 tahun

Pada tahap ini orang tua mulai menanamkan nilai DISIPLIN dan TANGUNGJAWAB kepada anak-anak.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!” HR. Abu Daud no. 495. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Ini adalah masa terbaik bagi kita dalam mengajarkan kepribadian yang kuat, serta akhlak agar mereka punya dasar agama yang kuat, juga menjadi muslim sejati ... aamiin ya Rabb.

3. Umur anak-anak 15- 21 tahun

Ini lah yang disebut tahap remaja, dalam fase ini komunikasi yang baik menjadi kunci penting.

Jadilah sahabat untuk anak-anak kita dan sebagai orangtua terutama ibu dituntut untuk lebih aktif memberikan mereka pendidikan mengenai proses pubertasnya.

4. Umur anak 21 tahun dan ke atas

Pada masa ini orangtua harus memberikan kepercayaan penuh pada anak dengan memberikan kebebasan dalam membuat keputusan mereka sendiri.

Memantau, menasihati dan berdoa adalah hal yang dapat kita lakukan sebagai orangtua.

Suarakan terus nasihat-nasihat baik kita, karena sebanyak 200 kali nasihat terhadap anak-anak mampu membentuk perilaku baik seperti yang orangtua inginkan. Jadi, jangan pernah bosan menasihati anak.

Kisah remaja dalam Alquran

Dalam kitab suci Alquran pun kisah-kisah pemuda remaja banyak tertulis di sana, seperti kisah pemuda-pemuda berikut ini.

Qabil dan Habil

Mereka adalah anak dari Nabi Adam a.s dan Siti Hawa, yang mempunyai sifat berbeda 180 derajat.

Qabil mempunya sifat, iri, dengki, jahat, hasud bahkan zalim meski dengan saudaranya sendiri. Sementara Habil kebalikannya, giat bekerja, tekun, tulus dan ikhlas juga penyayang.

Dari kisah Qabil dan Habil kita dapat mengambil hikmah akan pentingnya pendidikan akhlak sejak dini, di mana tertulis lengkap dalam Surat Al-Maidah ayat 27-31 "Kisah pembunuhan pertama dan besarnya malapetaka akibat pembunuhan."

Nabi Ismail a.s

Nabiyullah Ismail lahir di Syam, ibunya bernama Siti Hajar, atas perintah dari Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, mm yaaka dibawalah Hajar dan bayinya (Ismail) ke ke tanah Mekah.

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. QS Ibrahim ayat 37

Hanya berbekal iman dan tawakal bahwa Allah akan memberi jalan keluar bagi mereka, (Ismail dan Siti Hajar), maka Nabi Ibrahim meninggalkan keduanya di tengah padang pasir tak berpenghuni, Makkah.

Adapun kisah lain dari kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s ini termaktub dalam Surat Ash-Shafaat ayat 100-111 tentang sejarah Hari Raya Kurban Idul Adha.

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab: "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." QS Ash-Shafaat ayat 102

Nabi Yusuf a.s

Nabi Yusuf disebut 27 kali di dalam Alquran, satu-satunya Nabi yang dikisahkan dalam satu surat.

Yaitu Surat Yusuf, surat ke-12 terdiri dari 111 ayat yang menceritakan tentang Nabi Yusuf anak dari Nabi Yakub, memiliki wajah tampan hingga membuat iri saudara-saudaranya.

Kisah Nabi Yusuf mulai dari dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya sendiri, hingga dijebloskan ke penjara karena fitnah mengajarkan kita tentang mencintai keluarga. Sifatnya yang pemaaf dan juga tidak pernah menaruh dendam pada orang lain.

mendidik anak secara Islam
[Babybear berusia 10 bulan] momen di bulan Ramadhan, berkunjung ke panti asuhan sekaligus mengajarkan kasih sayang terhadap sesama :)

Masya Allah, karenanya saya menamai si kecil dengan Yusuf supaya kelak ia memiliki sifat penyayang, pemaaf, dan tidak pernah dendam ... juga tampan tentunya haha aamiin.

**

Banyak sekali kisah-kisah tentang pemuda di zaman rasul yang bisa menjadi teladan bagi para orangtua di zaman now, bekal buatku sebagai usaha mendidik anak remaja dalam Islam nantinya.

Pun tak bisa dilupakan "Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu." Ali bin Abi Thalib r.a

Karena menjadi orangtua hakikatnya merupakan pendidikan juga pekerjaan seumur hidup, siapa yang tidak ingin memiliki anak sholeh yang akan selalu mendoakan orangtuanya ... aamiin allahuma aamiin.

Selamat berjuang, parents! Bismillah ...

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangkaian Nulis Bareng Ning Blogger Surabaya, dengan tema "Mendidik anak yang beranjak remaja."

sumber bacaan:

1. Alquran

2. https://www.tagar.id/kisah-qabil-dan-habil-pembunuhan-pertama-di-muka-bumi

3. https://edukatips.com/4-tahap-mendidik-anak-sesuai-dengan-sunnah-nabi-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/

4. https://id.theasianparent.com/kisah-nabi-yusuf-untuk-anak/


Comments

  1. Tiba-tiba menyejukkan sekali baca ini
    Jadi reminder banget buat saya yang diamanhkan dua orang, perempuan lagi. Effort kudu luar biasa. Namun kalau sesuai tuntunan Al Qur'an insya Allah aman

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kita bisa menjaga amanahNya dengan sebaik-baiknya ya 'Nda, semangat! Bismillah ....

      Delete
  2. Anak pertama saya mau 10 tahun bentar lagi, dan mamaknya degdegan banget.
    Saya sering bertiga doang sama anak-anak, padahal keduanya laki.
    Dan saya nggak punya sodara lelaki.

    Jadi semua pengasuhan tuh benar-benar bertumpuh pada teori dari buku-buku maupun pengalaman orang, sambil saya amati.

    Ditambah, ilmu agama saya masih sangat dangkal, makanya kami ngotot nyekolahkan si kakak di sekolah Islam, Alhamdulillah saya terbantukan sekali dengan campur tangan sekolah dalam membimbing si kakak khususnya dalam agamanya.

    Bahkan, saya seolah jadi ikutan belajar agama juga karena si kakak, makin kritis.
    Di sekolah dinasihati, sholat itu lebih penting dari semua hal.
    Etdaahh, dia pulang trus ceramahin mamaknya siang malam kalau menunda sholat hahaha.

    Meskipun kadang juga masih kudu diawasi terus sholatnya, tapi jadinya kami kayak saling mengawasi.
    Si kakak suka banget kayak balas dendam ngawasin saya kudu melakukan seperti yang saya perintahkan hahahaha.

    Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang bisa mendidik secara Islami dan menjadi teladan bagi anak-anak kita ya, aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya ya, anak-anak zaman sekarang apalagi. Lereka lebih kritis dalam beragumen daripada zaman kita dulu.

      Mungkin pengalaman beranjak dewasa si anak bisa tanya ke suami kali ya mbak, kali² suami inget dulu pas remaja kayak gimana setidaknya paham lah ya. Karena pola pikir pria dan wanita kadang berbeda 180 derajat

      Delete

Post a Comment