8 Manfaat Bermain Balok Untuk Anak

Sebelum Babybear lahir, bahkan belum hamil pun aku sudah membeli mainan balok kayu ini. Zaman masih duduk di bangku TK mainan ini kerap kumainkan bersama teman, iya ... TK zaman dulu beda dengan TK sekarang. TK zaman dulu isinya masih tentang main, main dan bermain hehe.

Kemudian ketika aku menikah kemudian tinggal berdua bersama suami saja. Untuk menemaniku di kala senggang, aku lantas membeli mainan balok kayu.

Pun ketika ponakan datang ke rumah aku tidak mati gaya, bermain balok kayu itu sangat menyenangkan. Mereka pasti menyukainya, bermain menyusun balok sungguh hal ini lah yang membuat betah mereka kalau berlama-lama main di rumah bude (red: mamabear).

Hingga akhirnya aku hamil dan melahirkan seorang putra, mainan balok kayu ini akhirnya berpindah tangan ke Babybear. Sedari bayi mainan balok kayu sudah kukenalkan padanya. Iya, sesuka itu aku dengan mainan yang tak lekang oleh waktu ini.

Dalam perkembangannya bahan permainan balok ini pun banyak macamnya, ada yang terbuat dari plastik semacam lego maupun yang orisinil seperti kayu. Apapun itu bahannya .... Alhamdulillah Babybear menyukainya, ia amat sangat suka.

Apalagi di usia 0 hingga 5 tahun merupakan golden age atau masa emas anak di mana otaknya berkembang dan fisiknya bertumbuh. Selain menjaga asupan makanan bergizi, aku pun mengimbanginya dengan bermain. Salah satunya dengan bermain balok.

Babybear bahkan tak pernah bosan memainkan mainan ini, karena saban bermain bentukan yang dibentuk dan disusun itu berbeda dari sebelumnya, tidak ada yang sama persis.

Awalnya aku tidak menargetkan apapun pada Babybear, hanya membiarkannya bermain sesuka hati saja. Atau istilah kerennya menstimulasi anak. Namun pada kenyataannya, beberapa manfaat dari bermain balok makin nampak belakangan ini.

Apa saja sih manfaat dari bermain balok?

manfaat-bermain-balok
1. Mengenalkannya bermacam warna

Merah, kuning, hijau, pink dan coklat adalah warna-warna yang sudah bisa ia pahami. Aku memilih balok berwarna ya karena alasan tersebut, sambil bermain sekaligus menstimulasinya agar paham ragam warna.

2. Mengenalkan bentuk bangun ruang atau geometri

Secara tidak langsung ia mulai mengenal berbagai macam bentuk bangun ruang. Seperti balok yang berbentuk silinder, kubus, persegi panjang, dan segitiga.

Kemampuan kognitifnya khususnya dalam  mengenal konsep bentuk, warna dan ukuran pun berkembang.

3. Melatih koordinasi mata dan tangan

Kemampuan motorik halus dan kasar pada anak akan semakin terlatih. Berkat adanya koordinasi antara mata dan tangan ketika ia bermain balok dengan cara memindahkan dan meletakkan balok sesuai keinginan.

4. Melatih berpikir kritis

Ketika bangunan balok mulai sedikit oleng, bahkan hampir jatuh. Ia akan membenarkan pondasi balok yang dibentuknya, secara tak sadat hal tersebut melatihnya untuk berpikir kritis mencari solusi dari permasalahan balok oleng tadi.

Jadi dia paham "Bagaimana ya supaya balok tidak jatuh oleng?!"

5. Mengembangkan imajinasi

Entah apa yang ada dalam pikiran mereka anak-anak ini, meski begitu mereka bisa berimajinasi sesuka hati.

Menyusun balok, Babybear berkreasi membentuk suatu bangunan sesuai imajinasinya.

Membuat rumah, menara yang tinggi sampai roboh, hingga membuat garasi mobil dengan balok kayu.

6. Melatih kemampuan berkomunikasi

"Yusuf mau bikin mobil ndak bisa keluar."
Kalimat tersebut belakangan sering ia lontarkan ketika mengajak bermain balok. Maksudnya adalah ia ingin membuat balok mengelilingi mobil mainannya agar mobil tersebut tidak bisa keluar.

Pendek kata, Babybear hendak mebgutarakan bahwa ia sedang membuat garasi mobil :)

7. Melatih kesabaran

Bikin yang tinggi, terus jatuh ... bikin lagi, terus masih jatuh. Tapi tidak pernah mematahkan semangatnya, dengan sabar ia memulai lagi membangun balok.

Kadang ia bersikukuh ingin menyusun balok pada permukaan yang tidak rata ... meski runtuh, ia susun kembali lagi. Kadang menangis sedih, namun tetap ia susun kembali

Tanpa kusadari, aku pun bahkan belajar sabar darinya. Ternyata melatih kesabaran sejak dini dapat dilakukan melalui permainan juga ya.

8. Melatih kemampuan bersosialisasi

"Ini baloknya Ibuk." ucapnya
Babybear sesekali memberiku balok untuk berbagi bersama-sama menyusun balok bersama, begitu pula ketika ia bermain dengan teman sebayanya.

Yang kukira ia belum paham apa itu konsep berbagi, ndilalah ia bisa bermain bersama teman sebayanya. Tak segan berbagi balok (red: lego) ketika ia bermain bersama mas Fauzan.

***
manfaat-permainan-balok-untuk-anak
jangan lupa untuk membersihkan balok secara rutin ya :)

Mainan balok bisa dibilang merupakan mainan wajib buat anak. Kenapa? Karena permainan balok ini mampu mengasah otak kanan dan kiri sekaligus.

Di mana otak kanan berperan untuk kreativitas, kemampuan sosial, visual, dan intuisi. Sedangkan otak kiri berhubungan dengan bahasa, matematika, dan pikiran rasional.

Ohiya, selain itu baiknya kita pun menciptakan suasana bermain sekaligus belajar yang menyenangkan. Dan hal ini telah kulakukan di rumah, seperti menyediakan fasilitan tempat bermain yang nyaman untuk Babybear.

Karena menjalin kedekatan dengan anak ini penting untuk kita sebagai orang tua. Apa yang kita lakukan bersama ini mampu mempercepat proses bermain dan belajarnya.

Nah, sekarang saatnya bermain balok bersama di kecil ... Kuy!

"You can learn many things from children. How much patience you have, for instance." Franklin P. Jones

sumber bacaan:
https://nakita.grid.id/read/024408/5-manfaat-bermain-balok-untuk-si-kecil
https://www.ibupedia.com/artikel/balita/4-aktivitas-untuk-mengasah-otak-kanan-dan-kiri-anak


Comments