3 Manfaat Balance Bike

4:49 PM

3 Manfaat Balance Bike - Ketika melihat Xylo, anak dari blogger kenamaan mbak Annisa Steviani bermain sepeda roda dua tanpa pedal. Di situ Xylo terlihat lincah banget, baiklah! Saat itu juga aku langsung bertekad akan memberikan sepeda balance bike kepada anakku nanti, hahaha motivasinya cukup impulsif ya. Tapi kalau positif, kenapa tidak?

manfaat-push-bike

Balance Bike, meski saat itu aku masih mengandung babybear. Setelah lahir, dan tepat di usianya yang ke-18 bulan aku menghadiahinya sepeda tanpa pedal yang beratnya tidak mencapai 3 kg (6.4 lbs) ini, untuk ukuran anak seusianya cukup ringan bukan?!

Apa Itu Balance Bike?

"Loh, sepedanya kok enggak ada pedalnya? Rantainya mana?" dan beragam komentar lain kerap terdengar ketika sedang bermain di sekitar komplek rumah. Karena memang sepeda ini sekilas seperti seperti sepeda roda dua pada umumnya, namun ketika ditilik lagi ... "Oooh, balance bike!" hihihi [sambil mengangguk-angguk].

Jadi, balance bike atau push bike atau kick bike and so on ... adalah sepeda roda dua tanpa pedal, tanpa rantai, tanpa roda gigi yang digunakan untuk membantu anak-anak melatih keseimbangan.

Untuk lebih jelasnya, bisa menonton video  singkat di bawah ini ...


Balance Bike Beli Di Mana?

Saat ini sudah mulai banyak brand-brand yang mengeluarkan model sepeda balance bike, sebut saja Strider, London Taxi, Begun, Frog Bikes dll. Nah, waktu itu aku melihat lapak London Kickbike justru di tempat yang tidak dinyana, kebetulan saat itu aku menemui lapak tsb di Jatim Park 3 haha agak absurd bukan?

Di dalam counter Gramedia Exhibition lah London Taxi Kickbike ini dijual, lalu iseng bertanya berapa harganya. Beberapa minggu kemudian setelah invoice kerjaan cair, aku langsung membelinya ke Gramedia Basuki Rahmat Malang. Tidak sulit bukan untuk tahu membelinya di mana, bahkan sekarang kalian sudah dapat membeli balance bike ini via online loh.

Cocok Untuk Anak Usia Berapa Tahun

Menurutku yang namanya olahraga buat anak seperti halnya bermain sepeda balance bike ini tidak ada patokan yang tepat, namun dari beberapa artikel yang pernah kubaca. Usia yang pas untuk memulainya ialah ketika si kecil berusia 2 hingga 5 tahun, dilansir dari situs Jefferys Indonesia.

Meski begitu, di usianya yang ke-18 bulan pun aku sudah mengenalkan balance bike ini kepada babybear ... sekadar ia mengenal saja trial and error begitu bahasa kerennya hehe. Apalagi ia tipikal yang icip-icip dulu baru dicoba, bukan yang langsung excited seperti pada umumnya.

Dua bulan setelah mengenal balance bike ini pun aku tidak serta-merta membawanya bermain ke luar rumah. Demi alasan keamanan, kubiarkan terlebih dahulu ia mengenal dan menguasai balance bike. Setelah itu baru lah kemudian ia bermain di luar rumah, itu pun hanya di seputaran komplek perumahan. Apalagi ia belum mau dipakaikan helm hihihi pakai topi saja ia enggan, hmmm mudah-mudahan next mau ya sayangku.

Manfaat Balance Bike

Dari segi manfaat ... selain sepeda beroda dua tanpa pedal ini lebih unggul dibandingkan sepeda roda tiga. Pun banyak manfaat-manfaat lain yang mengikutinya, padahal awalnya aku memberikan balance bike ini sebagai sarana bermain untuknya.

Namun seiring berjalannya waktu babybear memperoleh beberapa manfaat dari bermain balance bike, seperti ...

1. Melatih kemandirian & kepercayaan diri

Untuk bisa mengendarai balance bike, si kecil tentu butuh keyakinan dan keberanian. Kedua hal tsb merupakan awal mula tumbuh rasa percaya diri pada anak kita. Bonusnya si kecil juga bisa belajar mengendalikan rasa takutnya saat mengendarai sepeda tanpa pedal.

Begitu pula dengan babybear, awal mula ia ragu ... seiring berjalannya waktu, hmmm jangan ditanya hampir setiap pagi mamabear diajak berolahraga hahaha. Mamabear lari, babybear sepedaan ... alhasil aku yang ngos-ngosan! >.<

2. Melatih keseimbangan

Untuk mendorong sepeda tsb agar dapat berjalan, anak mengendarai dengan menggunakan kedua kakinya. Kemudian jika ia sudah dapat menyeimbangkan sepeda tsb, babybear akan mengangkat kedua kakinya lalu membiarkan sepeda berjalan dengan lancar.

Keseimbangan ini bukan hanya di kala ia bermain sepeda ini saja loh, beberapa kejadian di mana ia membutuhkan keseimbangan ... babybear kurasa sudah mampu mengatasinya. Contoh ketika ia harus menyeimbangkan diri saat hampir terjatuh, jalannya sudah tidak sempoyongan, pun ia tidak mudah terjatuh ketika berlari-lari ... alhamdulillah.

3. Melatih sensorik, motorik, serta intelejensi

Selain keseimbangan anak dapat terlatih, sepeda tanpa pedal ini pun bisa mengasah perkembangan motorik, sensorik serta intelejensi anak. Bermain balance bike dapat menguatkan tulang kaki anak, karena di saat mengendarai balance bike, kaki digunakan sebagai kontrol penggeraknya. Nah, secara tidak langsung ia pun belajar mengkoordinasikan gerak tubuh serta kakinya.

Selain itu ia pun akan belajar menyelaraskan gerakan kaki sambil mengarahkan stang agar tetap bisa berjalan lurus, baik di jalan naik dan turunan atau pun berbelok. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan otot-otot besar (gross motor skill)

Belajar fokus, karena ia kan harus konsentrasi melihat ke depan, sehingga menguatkan otot jari dengan memegang stang sepeda. Belum lagi konsentrasi ketika aku berteriak "Awas, minggir-minggir ada mobil!" dari sini diharapkan, babybear belajar mawas diri akan bahaya itu sangat lah penting.

manfaat-balancing-bike

"Everything that you do or don’t do comes down to confidence. Always believe in yourself even when it’s not easy."

Main balance bike, yuk!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe