Mengenal Vaksin Japanese Encephalitis

10:45 PM

japanese-encephalitis
Mengenal Vaksin Japanese Encephalitis - Di usianya yang menginjak 14 bulan, babybear mendapatkan vaksin JE (Japanese Encephalitis). Seperti biasa, setelah vaksin ia jarang demam ... alhamdulillah. Tak sedikit yang bertanya mengenai vaksin yang baru saja disuntikan ke babybear, karena saat vaksin aku mempublikasikannya via Instagram Story, termasuk ibuk mertua yang juga seorang dokter. Beliau pun belum familiar dengan nama vaksin tsb, hmmm. Benar adanya, baru di tahun 2017 kemarin pemerintah menambahkan 3 vaksin baru, dan vaksin JE ini salah satunya.


Apa itu Japanese Encephalitis?

Japanese Encephalitis (JE) merupakan suatu penyakit infeksi virus Japanese Encephalitis yang ditularkan oleh nyamuk[1] penyebab penyakit radang otak.

Fyi, kasus Japanese Encephalitis pertama kali terjadi di negara Jepang tahun 1871 silam. Di Indonesia sendiri terdapat 85% kasus JE, yang pada tahun 2016 telah dilaporkan sebanyak 326 kasus. Bali, dengan jumlah kasus 226 (69,3%) sebagai propinsi dengan kasus terbanyak.

Karena hal tsb lah maka akhirnya Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) didampingi jajaran staf, dan pejabat setempat mencanangkan Kampanye Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada tanggal 1 Maret 2018.

Gerakan ini diadakan guna pencegahan penyakit radang otak (Ensefalitis) dengan meningkatkan kekebalan spesifik individu terhadap virus JE. Karena virus JE ini merupakan penyebab utama penyakit Ensefalitis virus di Asia, termasuk di Indonesia juga.

Gejala penyakit Japanese Encephalitis

Menurut WHO, 1 dari 250 infeksi penyakit JE mengakibatkan penyakit klinis yang parah disertai demam, sakit kepala ringan atau pun tanpa gejala yang jelas. Meski begitu untuk mengkonfirmasinya terinfeksi apa tidak harus lah dibutuhkan tes laboratorium.

Namun, beberapa gejala berikut patut diwaspadai. Seperti ... demam tinggi, sakit kepala, leher kaku, disorientasi, koma, kejang, kelumpuhan kejang, karena dapat mengakibatkan kematian. Cukup fatal ya?!

Kalaupun dapat bertahan, 20% -30% penderita mengalami masalah intelektual, kelumpuhan, kejang berulang atau ketidakmampuan untuk berbicara ... subhanallah.

Bagaimana cara penularan Japanese Encephalitis?

penyakit-japanese-encephalitis
siklus penularan JE [1]
Manusia dapat terinfeksi virus JE, karena penyakit ini bersumber dari binatang (zoonosis). Ditularkan melalui vektor (penular penyebab penyakit) virus JE adalah nyamuk Culex yang terinfeksi virus JE. Nyamuk Culex yang biasanya menggigit pada malam hari ini banyak ditemukan di sekitar rumah antara lain area persawahan, kolam, atau selokan (daerah yang selalu digenangi air). Sedangkan reservoarnya (sumber penularan) adalah babi, kuda, dan beberapa spesies burung. Jadi, manusia merupakan inang terakhir (dead-end hosts) ... duh, menakutkan sekali bukan? Masih berpikir dua kali untuk melakukan vaksin atau tidak?


Berapa harga vaksin Japanese Encephalitis?

Harga vaksin Japanese Encephalitis yang kemarin disuntikkan ke babybear ialah sebesar Rp400.000,- (IMOJEV, Sanofi Pasteur) belum termasuk biaya dokter.

Dan seperti biasa, sebelum babybear divaksin di praktek pribadi dr. Ayling Sanjaya, M. Kes., SpA. Lebih dulu kutanyakan ketersediaan vaksin JE ini di Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang, dan di RS tsb stok sedang kosong. Memang, menurut dokter anak langgananku tsb, vaksin JE ini agak sulit didapatkan.

Bagaimana cara mencegah infeksi Japanese Encephalitis?

cullex-mosquito
nyamuk Cullex [2]
Yang namanya nyamuk, jangankan anak-anak ... orang dewasa pun bisa terkena gigitannya. Sama halnya dengan dengan pencegahan penyakit akibat nyamuk pada umumnya, beberapa tindakan berikut bisa menghindari kita dari gigitan nyamuk. Di antaranya:

  1. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Mulai dari perkarangan, tiap ruangan kamar di dalam rumah sampai ke kamar mandi sekalipun. Hendaknya bebas dari nyamuk. Kamar mandi terutama, sudah jadi langganan hampir tiap hari obat pembasmi nyamuk kusemprotkan guna menuntaskan perkembangbiakkan nyamuk nakal.
  2. Saat tidur gunakan kelambu, krim anti nyamuk, bila perlu nyalakan Air Conditioner. Karena biasanya hawa dingin nyamuk enggan hinggap.
  3. Mengoleskan minyak telon plus anti nyamuk untuk si kecil.
  4. Hindari tempat-tempat yang biasanya menjadi sarang nyamuk Culex, seperti genangan air (kolam, selokan, sawah, dll)
  5. Vaksinasi.

Apakah vaksin Japanese Encephalitis masuk dalam imunisasi dasar?

jadwal-imunisasi
Jadwal Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017 [3]
Meski belum masuk dalam daftar vaksin dasar, pun belum ada rencana bepergian ke daerah endemik virus JE tsb. Menurut tabel "Jadwal Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017" di atas. Bisa dilihat bahwa vaksin Japanese Encephalitis sudah bisa diberikan pada anak yang telah berusia 12 bulan atau 1 tahun.

Dan ternyata, calon wisatawan yang hendak datang ke Indonesia sudah mendapatkan informasi mengenai penyakit JE, bahkan mereka pun disarankan melakukan pencegahan awal untuk menghindarinya, salah satunya dengan vaksinasi. Hmmm, kenapa justru kita kurang mendapat informasi mengenai penyakit ini ya?! Padahal Indonesia masuk dalam daftar daerah endemik virus tsb.

Maka dari itu, informasi mengenai vaksin Japanese Encephalitis ini harus lah tersebar merata, karena terbukti insidensi JE menurun pada beberapa dekade terakhir, di negara Asia, seperti Jepang, Cina, Taiwan, Korea, dan Thailand, yang telah mengadakan program imunisasi tsb.

Bahkan, setelah pelaksanaan program imunisasi JE di Bali kemari  selesai, imunisasi JE akan dimasukkan ke dalam imunisasi dasar pada anak usia 9 bulan. [2] Karena obat dari penyakit infeksi Japanese Encephalitis sampai saat ini belum ditemukan.

***
Jadi, tunggu apalagi? Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Yuk, segera vaksin si kecil demi kebaikan kita semua :)

* sumber foto:
[1]  https://rumahvaksinasi.id/2018/02/06/yang-perlu-anda-ketahui-tentang-japanese-enchepalitis/ (diakses tanggal 14 Januari 2019).

[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Culex (diakses tanggal 16 Januari 2019).
[3] http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017 (diakses tanggal 12 Juli 2018).

* sumber informasi:
[1] dan [2] http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis (diakses tanggal 14 Januari 2019).

You Might Also Like

11 comments

  1. Mba, aku kemarin bikin content ini buat socmed salah satu brand. Jadi lebih paham gitu tentang vaksin japanes encephalitis

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuah keren! Informasi mengenai virus JE makin banyak ya mbak kalo begitu.

      Delete
  2. Aku baru tau ada vaksin Japanese Encephalitis anak aku kayaknya masih yang imunisasi wajib dan dasar aja deh..hehe...tapi emang perlu banget pengetahuan imunisasi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, jaman now penyakit semakin aneh-aneh :(

      Delete
  3. Penyakit sekarang makin banyak ya. Namanya pun agak susah, tapi penyebarannya cepat banget. Untungnya udah ada vaksinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, as always ... namanya susah biasanya hehehe.

      Delete
  4. Mbaaa, thanks for share. Aku butuh banget yang begini nihhh. Aku mau kasih vaksin lengkap untuk dedek. Lebih baik mencegah deh daripada mengobati ya. Cuz bulan depan ke SpA

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju bangeeet, semua demi masa depan kita juga ya mbak :)

      Delete
  5. Wah aku baru tau kak imunisasi JE ini. Ini hanya menyerang anak kecil saja atau dewasa bisa ikut kena kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama dengan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk lainnya, dewasa pun bisa terkena juga. Vaksin untuk dewasa juga ada mbak.

      Delete
  6. aku juga baru tahu vaksin ini mbak. Kalau dilihat banyak juga ya vaksin yang direkomendasikan. Kadang sebagai ibu aku bingung mana yang diprioritaskan dulu setelah vaksin wajib macam dpt, polio, dll

    ReplyDelete

Subscribe