Jangan Anggap Remeh Suara Grok-Grok Pada Bayi

9:51 PM

bronchopneumonia-adalah
Jangan anggap remeh suara grok-grok pada bayi
Dear Lovembre ... Alih-alih ingin berbagi cerita mengenai kondisi babybear, kotak pesan mendadak memenuhi ponselku sesaat setelah aku memposting kondisi si kecil di Instagram Story @ki_seki

Tak dinyana I'm not alone, di luar sana ternyata ada ibu-ibu yang juga pernah merasakan hal serupa. Anak sakit, dan harus dirawat inap, ini artinya ibu harus tetap kuat, tegar.

Dengan format tanya jawab, aku ingin berbagi cerita secara umum mengenai babybear sakit apa sih kemarin. Buat yang sempat penasaran, ada apa sih ... ini dia rekapnya :)

Babybear sakit apa?

Tepat hari Kamis awal Januari kemarin, babybear didiagnosis oleh dokter anak terkena Bronchopneumonia. Di mana sebelumnya ia sempat mendapatkan terapi inhalasi (nebulizer) selama 3x, namun belum membuahkan hasil. Hingga dokter memutuskan untuk dilakukan foto rontgen.

Apa itu Bronchopneumonia?

"Bronchopneumonia, yaitu bentuk bercak di kedua paru-paru sehingga mengganggu penyerapan oksigen." [1]
Mengutip dari laman tsb, hati ibu mana yang tidak remuk redam saat mengetahui kondisi si kecil begitu memprihatinkan. Hasil dari foto rontgen menunjukkan betapa urgent kondisi paru-parunya, setelah dokter anak mendiagnosis penyakit yang diidap babybear. Alhasil, tindakan pengobatan harus segera dilakukan.

Tangis kami berdua pecah memekik keheningan ruang dokter, merasa kami telah lalai melakukan kewajiban sebagai orang tua. Namun dokter memberi semangat, sekaligus membesarkan hati kami.

"Kalian tidak salah, tidak ada orang tua yang sempurna. Ingat, kalian sudah berusaha mencari tahu ada apa dengan adek bayi. Sampai berkonsultasi hingga 3 dokter.'' begitu ia mengobarkan semangat kami berdua.

Ya, baru di dokter ke-4 ini lah sakit babybear terdeteksi. Dan malam hari itu juga babybear segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit (opname).

Sudah divaksin kok masih bisa terpapar?

"Hmmm, anakmu malah bisa masuk ICU, kalau kemarin tidak divaksin."

Pernyataan tsb makin membuatku tercengang akan bahaya penyakit yang diidap babybear, dan makin membuka mataku tentang betapa pentingnya vaksinasi.

Karena kupikir kalau sudah divaksin tidak akan terpapar penyakit, tapi bukan begitu maksudnya. Vaksin tsb berguna sebagai pencegahan, dan atau jika terkena pun tidak separah jika tidak divaksin. Well, alhamdulillah babybear sudah mendapatkan vaksin BCG, dan IPD (Invasive Pneumococcal Disease).

Gejalanya apa saja?

Jika terjadi infeksi pada paru-paru (pneumonia) biasanya bayi akan mengalami gejala demam hingga 38 derajat lebih, batuk, dan sesak napas.

Namun, gejala-gejala tsb tidak terjadi pada babybear. Demam saja ia tidak pernah (selain demam setelah imunisasi), batuk pun tidak, sesak napas apalagi. Tapi, belakangan ia mulai mengalami kesulitan bernapas saat tidur, ditandai dengan hidungnya yang buntu karena pilek (sedikit), hingga tak jarang ia terbangun, dan berteriak.

Lalu, apa ada gejala lainnya?

Gejala yang paling kentara justru suara grok-grok, yang terdengar sejak ia lahir. Ada pun grok-grok pada bayi sering kali diasumsikan sebagai air sisa ketuban, atau alergi bawaan.

Begitu pula dengan hasil diagnosis sementara beberapa dokter anak yang sempat memeriksa babybear sebelumnya, karena mereka pun tidak menemukan gejala yang patut dicurigai. "Tunggu hingga 6bulan, kalau masih grok-grok periksakan lagi ya Bu." begitu ucap beberapa dokter tsb.

Jadi, semua benar-benar di luar dugaan. Baik dokter, pun kami. Yang awalnya mengira babybear hanya terkena grok-grok biasa, tapi ternyata ... hiks. Di sini lah feeling seorang ibuk berperan, mom knows the best, indeed.


Pengobatannya seperti apa?

Diasumsikan sebagai infeksi paru-paru non TB (tuberculosis), selain obat oral babybear mendapatkan pengobatan berupa injeksi antibiotik sehari 3x selang 8jam. Serta terapi inhalasi (nebulizer) sehari 3x, dan terapi SWD (Short Wave Diathermy) sehari 2x.

Babybear tidak rewel?

Selang beberapa menit setelah mendapatkan kamar untuk rawat inap, tindakan medis segera dilakukan. Pemasangan jarum infus pertama yang dilakukan, ibuk kembali meneteskan air mata. Sungguh malam yang berat untukku, melihat bayi belum genap 6 bulan harus merasakan jarum infus. Ya Allah kuatkan kami, "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung."

Alhamdulillah selama menjalani pengobatan, baik injeksi, maunpun terapi. Babybear tidak rewel sama sekali. Melalui babybear aku diajarkan apa itu ketabahan, kesabaran, dan keteguhan hati. Terlihat dari raut wajahnya yang nampak sangat teguh saat menjalani terapi SWD ini ...
terapi-swd-adalah
babybear menjalani perawatan terapi SWD
Dan ini video pengalaman terapi inhalasi kemarin ...

**
Terima kasih Allah, dengan petunjukMu lagi lah kami semua bisa melalui ini semua. Dan tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih untuk doa, dan dukungan dari kerabat serta teman-teman semua. Kalian teramat luar biasa, luv you all.

Semoga pengalaman kami bisa menjadi manfaat buat yang membutuhkan. Be healthy, be happy ...

* sumber informasi:
[1] https://id.theasianparent.com/bronchopneumonia-jenis-pneumonia-yang-menyerang-anak/ (diakses tanggal 11 Januari 2018).

You Might Also Like

21 comments

  1. Ya Allah.. Alisha dulu juga grok-grok Mbak Ning, justru grok-groknya itu muncul setelah batuknya sembuh. Dokter pun bingung dibuatnya, kenapa grok-grok padahal ketika diperiksa menggunakan stetoskop paru-parunya bersih. Habis itu aku terus menjemur Alisha kalo ada kesempatan, duuh sehat-sehat terus ya babybear..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar mbaqk, seharusnya dokter2 sebelumnya bisa mendeteksi melalui suara paru-parunya itu bersih apa tidak huhuhu.

      Makasiiih doanya, same do'a goes tou you & family ya mbak aamiin ya Rabb

      Delete
  2. Aku cuma baca aja nangis. Huhuhu

    Kalo si K dulu, grok-groknya karena kedinginan. Aku juga sempat parno, tp sm dokter disuruh njemur tiap pagi.

    Peluk cium untuk abang Yusuf. 😘😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sinar matahari pagi emang mujarab banget ya mbak, sehat selalu ya baby K *kisskiss*

      Delete
  3. Moga cepet sembuh ya.. Dulu bayi2ku grok2 semua, suka meler juga hidungnya. Tapi gak pernah periksa sampe besar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...makasih Mbak Li, semoga anak-anak sehat selalu juga ya mbak.

      Delete
  4. Duh duh anak gantengnya Budhe...
    Sehat terus ya, Le

    Salfa juga sekarang grok grok karena sedang batuk pilek. Kasihan karena lendirnya banyak jadi sebagian ada yang keluar lewat feses.

    Semoga segera membaik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...halooo mbak Fafaaa, maacih yaaaa tadi say Hi by video call.
      Duh baby zaman now ya mbak hahahaha, sehat selaluuu untuk mbak & keluarga, aamiin

      Delete
  5. Bener mbak. Adikku dulu juga gitu. Dikira suara grok-grok nya karena pilek. Ternyata bener. Ada yg gak beres sama paru-parunya. Semoga babybear cepet sembuh ya. Amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhh iya ya, duh emang kita kudu aware ya. Apapyn itu sehat selalu untuk keluarga, aamiin.
      Makasih doanya mbak :)

      Delete
  6. Alhamdulillah sudah terlewati ya, moga babybear cepat pulih lagi..
    Jadi ingat anak saya juga waktu bayi kalau tidur nafasnya grok grok, konsul ke dsa, kata dokter, anak saya punya alergi dingin, dan iya, tiap musim hujan, pasti batuk ga berhenti :(.
    Sekarang lagi terapi renang, alhamdulillah sudah mulai membaik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kalo udah alergi itu kesian ya, terapu renang efektif juga ya ternyata. Tfs Mbak Susi :)

      Delete
  7. Ya Allah...babybear sakit...baru tahu setelah baca postingan ini. Syafakillah yusuf ganteng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasiiiih doanya cikgu cantik. Sehat selaly juga ya cikgu :*

      Delete
  8. Semoga sekarang baby Yusuf sudah sehat ya mbak aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih doanya mbak Dwi. Same doa goes to you & family, ameen.

      Delete
  9. smg tidak terulang.. dan tambah kuat ya jagoan Bunda..- semangat mba Ning .. smg sentiasa dimampukan yaa.. banyak sabar krn utk baby dan balita sungguh sangat perlu ekstra pethatian.. - Barokallah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Dwi, matue suwun sanget ya :*

      Delete
  10. anakku dulu pernah masuk RS mba..sekitar umur setahunan. Alasannya sepele gara-gara di ajak asisten keliling naik kelinci nggak pake baju berlengan..jadilah diare dan dehidrasi wkwkwkwk... aku juga panik banget waktu itu dan nggak tega anak di infus sampe nangis. Syukurlah babybear sudah sembuh dan nggak rewel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umiiiiiik hahahaha aku kok jadi ikut ketawa baca ceritanya Naira hihihi, wesss pokok semua sehat barokah ya mik. Muah!!! Aamiin

      Delete
  11. Sedih rasanya ya liat anak sampai harus rawat inap, apalagi anak masih kecil. Syukurlah sudah terlewati, sehat2 terus ya Dek.

    ReplyDelete

Subscribe