Cerita Kehamilanku di Trimester Ketiga

11:23 AM

Dear lovembre ... Alhamdulillah wasyukurillah aku masih bisa menuliskan kisah hidupku di sini, setelah lepas persalinan kemarin aku harus berjuang melawan maut. Kisah selengkapnya mengenai perjuanganku akan kuceritakan di postingan lain ya :)

kehamilan-minggu-ke-34
34 weeks, picture taken on June 19th 2017 
Sekarang, saatnya melanjutkan cerita kehamilanku di trimester kedua kemarin, yeay ... Ini dia cerita kehamilanku di trimester ketiga. Seperti apa? Ini dia ...

25 weeks

Ibu hamil manapun jangan ditiru yah, memasuki kehamilan ke-25 minggu ini aku makin malas berolahraga hahaha. Jalan pagi, olahraga paling sederhana pun jarang sekali kulakukan. Akibatnya badan mulai terasa kaku, pe-er banget nih.

28 weeks

Seperti kata orang, saat memasuki trimester ketiga, perut kita akan semakin pesat perkembangannya alias akan cepat membesar. Alhasil saat tidur pun aku mulai mengalami sedikit kesulitan, terutama ketika hendak merubah posisi tidur miring ke kanan maupun ke kiri.

Tak jarang secara tak sadar aku tertidur terlentang, tangan kiri menyangga (maaf) bagian bokongku. Akibatnya ada otot yang terasa kram bahkan kaku ketika digerakkan "Ini ada otot-otot yang membengkak, jangan dipijat." ujar suami ketika mengecek kondisi pergelangan tsb huhuhu.

Susah tidur? Sebenarnya di pasaran dijual bantal khusus ibu hamil, tapi aku menyiasatinya dengan menggunakan bantal tipis guna menyangga perutku hihihi (pengiritan).

30 weeks

17 Mei jadwal kontrol bulanan tiba, makin exciting karena kehamilan sudah memasuki bulan ke-7. Babybear sehat dan aktif, dengan berat 1.570 gram. Dan dokter mulai menyarankanku untuk diet, mengurangi asupan karbohidrat.

Fyi, berikut aku jelaskan sedikit bagaimana cara menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT)

Berat Badan = 63.3kg;
Tinggi Badan = 158cm = 1,58m;
IMT = Berat Badan / (Tinggi Badan x Tinggi Badan) = 63.3 / (1,58 x 1,58)
IMT = 25.3
rumus-indeks-massa-tubuh
[1]
Dari tabel di atas terlihat kalau berat badanku sedikit berlebih, baiklah diet mari kita mulai!

Ohiya karena aku sudah mulai malas berolahraga, dokter menyarankan untuk melakukan olahraga ringan dengan alat, seperti menggunakan gym ball. Guna melatih otot panggul untuk bekal persalinan nanti, baiklah siang itu hari Sabtu 20 Mei selepas melakukan usg 4D. Aku dan suami bergegas menuju Gramedia untuk membeli alat tsb, sepulangnya langsung kucoba ... menyenangkan ternyata. Bisa dilakukan kapan pun, dengan rentang waktu minimal 10 menit.

31 weeks

Seperti yang aku sebutkan di minggu sebelumnya, tidur yang mulai susah sekarang bertambah badan makin mudah lelah. Alhasil agenda shopping ke mall mulai berkurang, kalau pun ingin ke mall langsung ke tujuannya alias to the point.

Tidak ada lagi namanya windows shopping, shopping ya seperlunya saja. Bahkan kalau bisa shopping dilakukan di seputaran rumah, alhamdulillah aku tinggal di kompleks perumahan yang semua serba ada. Mau ke pasar tinggal melangkah tidak sampai 50 meter, mau beli perlengkapan baby ayo saja, atau sekedar minum cemil cantik melepas kepenatan ... cafe-cafe juga bertebaran di sekitar kompleks perumahan.

Ohiya, minggu ke-31 ini bertepatan dengan dimulainya ibadah puasa bulan Ramadan, aku mendapat restu dari suami untuk tidak menjalankannya. Karena seperti diketahui, ibu hamil seperti aku mudah lapar dan rewel kalau perih melanda, bahkan mual. Jadi, harap dimaklumi ya hehe.

32 weeks

Flu, batuk plus demam kembali melanda. Seperti kemarin-kemarin minum madu plus lemon dan memperbanyak istirahat. Tapi tetap saja flu berat kali ini tidak mau pergi, masih ditambah pilek juga hiks. Akhirnya demacolin 3 x 1 sehari kutenggak, demam berangsur pulih alhamdulillah. Tetapi pilek dan batuk masih betah, Tremenza 3 x 1 harus kukonsumsi ... phew!

Dan di minggu ke-32 ini posisi babybear masih belum bagus. Berpacu dengan waktu, dokter menyarankan olahraga renang untuk menggerakkan semua otot, maksimal hingga minggu ke-36 posisi babybear tidak sungsang. Jika tidak, persalinan normal tidak bisa dilakukan.

Selain itu kontraksi palsu acap kali kurasakan, dan dokter masih menyarankan untuk diet, haha PR dari dokter lumayan banyak kali ini.

33 weeks

Pagi itu sewaktu menyiapkan menu sahur untuk papabear, tiba-tiba perut sebelah kanan terasa nyeri sekali. Rasa-rasanya mirip sewaktu aku terkena usus buntu, seperti ditusuk-tusuk. Dipaksa-paksa sampai makanan untuk sahur siap, setelahnya aku rehat bebaringan saja.

Nyeri yang kurasa hari itu berlangsung intens seharian, alhasil malamnya aku kontrol saja sekalian. Mengingat telapak kaki sebelah kanan juga bengkak, dan tidak kunjung kempes. Setelah dilakukan pemeriksaan USG, diketahuai bahwa babybear berada pada posisi melintang.
Fyi, bentuk rahim kita ialah bujur. Sedangkan kalau si jabang bayi berada pada posisi melintang dalam waktu yang lama, maka rahim akan dipaksa melebar ke samping.
Hal tsb yang kemudian menimbulkan rasa nyeri di perutku, uhlala ... adek bayi mulai bermain dengan ibuk ya hihihi. Baiklah...

Setelah memastikan babybear baik-baik saja, dengan berat badan mencapai 2.1 kg (padahal aku sudah diet tidak makan nasi di siang hari) kami menuju lab untuk melakukan tes urine. Phew, hari yang melelahkan.

34 weeks

Pemeriksaan kehamilan makin intens, dilakukan seminggu sekali. Memasuki minggu ke-35 sebelum lebaran posisi babybear masih asyik melintang di perut bagian kiri.

Dan yang sedikit mengkhawatirkan, bengkak di kaki sekarang bukan hanya kaki kanan saja. Kaki sebelah kiri pun mulai bengkak, ditambah tekanan darahku makin tinggi, mencapai 170/100.

36 weeks

Hari kedua setelah libur lebaran, aku kontrol ke dokter Novina. Tekanan darah masih belum turun, apalagi dalam seminggu kenaikan berat badanku dianggap tidak normal. Bagaimana mungkin dalam seminggu naik hingga 5kg, hingga akhirnya diputuskan malam itu 4 Juli 2017, untuk segera masuk RS (alias ngamar).

Rabu hingga Kamis, aku melalui masa observasi di RSIA Melati Husada. Jujur, hatiku saat itu mulai berkecamuk tidak karuan. Hanya doa dan wirid yang bisa kulakukan, agar semuanya berjalan baik-baik saja.

Saat kondisiku drop, babybear masih baik-baik saja. Namun sebaliknya, Kamis sore kondisiku mulai membaik, tapi tidak dengan babybear. Denyut jantungnya mulai melemah, dokter pun tidak berani mengambil risiko. Operasi menjadi jalan satu-satunya, segera keesokkan harinya Jumat pagi 07 Juli 2017 operasi dilakukan.

Alhamdulillah ... babybear lahir sehat, selamat dan sempurna. Di minggu ke-36 dengan berat 3,1kg panjang 48cm.

***
Cerita singkat kehamilanku di trimester ketiga kemarin, benar-benar membuka mataku, bahwasanya manusia boleh berencana, tapi Allah lah yang menentukan.

Di mana, awal mula kehamilan ... aku, babybear dan dokter bekerja sama agar persalinan bisa dilakukan normal. Tekanan darahku yang cenderung tinggi dibuat stabil, namun di minggu-minggu mendekati hari persalinan kondisiku tidak memungkinkan untuk dilakukan persalinan normal.

Pun dokter yang mulanya merencanakan operasi di minggu ke-38, tapi di minggu ke-36 babybear sudah harus dilahirkan.

Lalu, bagaimana dengan kondisiku setelah operasi persalinan kemarin? Ditunggu di cerita selanjutnya yah.

with luv ♡ 

*sumber foto:
[1] www.kesehatan.co/menghitung-berat-badan-ideal-dengan-rumus-indeks-massa-tubuh [diakses tanggal 23 Mei 2017].

You Might Also Like

23 comments

  1. Ditunggu kelanjutan ceritanya ya mbak...detik2 itu yg aku tunggu. Antara penasaran dan berdoa untukmu...alhamdulillah Allah Maha Baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiii ya mbak Wi, misyuuu. Kisskiss untuk mas Ayman

      Delete
  2. Selalu menanti kisahmu, Mbak.
    Sehat-sehat terus sama Babybear, Yusuf ya.
    Love you...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ... makasiii mbak Rahlah, udah dijengukin juga

      Luv u too

      Delete
  3. Ahh.. Mbak Nining dan baby Yusuf.. Selamat atas kelahirannya. Sebetulnya setiap bayi memilih jalan lahirnya sendiri-sendiri dan sayangnya tidak semua ibu yang mau memaklumi hal tersebut dan beranggapan bayi harus dilahirkan secara normal. Mereka lupa, di balik proses kelahiran ada sesuatu yang lebih penting, yaitu keselamatan bayi dan ibunya.

    Sehat terus Mbak... ditunggu cerita selanjutnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bayi dan ibu sehat alhamdulillah bangeeet. Makasih ya mbak Rani, lancar juga ya untuk dirimu hingga persalinan nanti. aamiin

      Delete
  4. Alhamdulillah masih dsayang Allah.. masih bisa share pengalaman berharga ini yo mbak.. ditunggu cerita selanjutnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiii mbak Dalu, alhamdulillah :)

      Delete
  5. Syukurlah baby sehat dan mbak sudah pulih, semoga sehat selalu yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Prima, makasih ya. Sehat selalu untuk mbak dan keluarga, aamiin

      Delete
  6. Mamabear, sehat-sehat selalu yaa.. Semoga Babybear tumbuh cerdas dan pinter kaya Bapak Ibunya. Gbu :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Wiiiin, makasiii doa indahnya ... aamiin.
      Kangeeeen ih sama dirimu :*

      Delete
  7. Semoga baby bear & bundanya sehat2 terus yaa..Btw tips supaya nggak males olahraga saat hamil, ikutan senam hamil. Trus dipraktekin lagi di rumah.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah mbak Niiing. Makin sehat-sehat

    ReplyDelete
  9. Kehamilan yang sangat berkesan ya Mbak. Btw aku baru tau klo ibu hamil harus diet karbohidrat. Semoga segera sehat ya mbak, kemeng di perut segera membaik

    ReplyDelete
  10. Baby bear Yusuf...lucky to have Mamabear Nining on your side. sehat terus ya mbak dan Nak :)

    ReplyDelete
  11. Uda gak sabarr pengen baca ceritanya.. mengharukan.. kayaknya aku juga harus rajin jalan kaki ini, meski udah pengalaman lahiran.. ditunggu cerita selanjutnya.. :D

    ReplyDelete
  12. Menanti sambungan ya mba nining

    ReplyDelete
  13. Drama banget di trimester 3, ya.
    Alhamdulillah ending-nya baik2 aja.
    Sempet kaget pas denger kabar tentang kondisimu pasca melahirkan lho, jeng Nining. Ikut deg-degan tapi tetap mendoakan segera sadar.

    ReplyDelete
  14. Sehat selalu mba.. terima kasih sharingnya

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah, baby Yusuf terlahir selamat, dan mbak Ning kembali pulih. Semoga seterusnya sehat terus ya, mbak. Ditungfu cerita selanjutnya pasca operasi :)

    ReplyDelete
  16. Ulalaaa aku baru mampir ke sini. Perjuangan banget ya Mbak Ning :')
    Eh ya ampun bobot Mbak Ning segitu, apa kabar akuu. Harus banyak-banyak olahraga XD

    ReplyDelete
  17. Nining, kamu disuntik panas kah sebelum operasi? Sakit nggak?

    ReplyDelete

Subscribe