Healthy & Happy Pregnancy

6:03 PM

Me: "Saya suka yoga, Dok."
Dokter: "Oh, bagus itu sekalian stretching. Kebetulan nanti ada talkshow pregnancy, setelahnya ada senam hamil. Ikutan aja."
Percakapan singkat yang akhirnya membuatku tertarik untuk mendaftarkan diri pada sebuah acara talkshow kehamilan yang diadakan oleh RSIA Husada Bunda dan Elladerma Skin Care. Dan ternyata setelah melihat run down acaranya, dokter Novina menjadi pembicara di salah satu sesi di talkshow tsb.

Sabtu 11 Februari, bersama teman blogger Ngalam (Neng Biker) kami menghadiri acara tsb. Tepat jam 10 kurang sudah sampai di venue, tepatnya di lantai 2 aula RSIA Husada Bunda. Selesai daftar ulang, panitia menyodorkan beberapa lembar kertas voucher berupa: voucher facial dari Elladerma Skin Care senilai 75.000 rupiah, voucher pembelian produk Oribu senilai 50.000 rupiah, serta beberapa pengecekkan kesehatan gratis seperti pengecekan gula darah, tekanan darah, dan doppler. Menarik, bukan?!

Sesi pertama talkshow membahas mengenai Healthy Happy Pregnancy yang dibawakan oleh dr. Novina P. Kartikarini, SpOG berlangsung sekitar satu jam lamanya. Materinya cukup singkat, jelas dan padat. Kalian pengen tahu apa itu Healthy Happy Pregnancy? Berikut rangkuman materi yang berhasil aku simak kemarin, selamat membaca yah.

Konseling Prakonsepsi

Sebenarnya, ada baiknya pasangan yang akan merencanakan kehamilan melakukan konseling prakonsepsi ini. Namun pada praktiknya, tahapan yang sejatinya merupakan langkah awal dari proses kehamilan tsb justru banyak dilewatkan.
Konseling Prakonsepsi adalah konsultasi untuk menfenal potensi resiko kehamilan dan intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya resiko kelainan pada saat kehamilan.
Nah, dengan melakukan konseling prakonsepsi ini nantinya kita akan mendapatkan beberapa manfaat berikut:

  • Persiapan ayah dan ibu baik secara mental, fisik maupun laboratoris.
  • Tenaga konselor seperti dokter, bidan serta paramedis terlatih lainnya.
Hmmm, pada dasarnya aku tahu bahwasanya tahapan tsb penting bagiku dan kalian semua para calon ibu hamil. Karena nih, menurut penelitian yang telah dilakukan di luar negeri. 136 wanita yang telah melakukan konseling prakonsepsi ini, 52% di antaranya memiliki masalah pada organ reproduksi mereka. Angka yang cukup mencengangkan ya, separuhnya lebih.

Sehingga persiapan mental dan fisik (pemeriksaan umum, kandungan, dan laboratorium) ialah hal yang harus dilakukan saat kita melakukan konseling tsb.

happy-pregnancy

Beberapa perubahan pada ibu hamil

Hingga pada saatnya seorang wanita mengalami yang namanya kehamilan, mau tidak mau ia akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan bentuk tubuh, seperti berat badan meningkat, bentuk badan menjadi lebih besar daripada sebelumnya, muncul strechmark di beberapa bagian tubuh, dll. Maupun perubahan fisiologi.

Perubahan fisiologi ini mencakup kebiasaan sebelum dan sesudah masa kehamilan, yang pada hakikatnya jika kita belum siap akan perubahan tsb, dapat menyebabkan terjadinya Postpartum Depression (PPD)
Postpartum Depression adalah suatu kondisi  mood depresi yang berat yang terjadinya  sekitar  4 minggu setelah kelahiran bayi. [1]
That's why Healthy & Happy Pregnancy is a must!

Karena ketika ibu sehat, otomatis janin pun akan sehat, dan pada akhirnya sang ibu tidak akan mengalami depresi baik selama masa kehamilan maupun setelahnya.

Dan kalau sudah begitu, pemeriksaan USG saat masa kehamilan amat sangat perlu dilakukan guna mengetahui perkembangan sang janin. Menurut WHO, pemeriksaan USG selama kehamilan 9 bulan minimal dilakukan sebanyak 4x. Yakni 1x saat trimester pertama, 1x di trimester kedua, dan 2x di trimester akhir atau ketiga.

Ibu hamil bolehkah berolahraga?

Beberapa orang beranggapan bahwa orang hamil tidak boleh berolahraga, hal tsb tidak sepenuhnya benar. Asal dilakukan secara tepat dan menyesuaikan kondisi ibu ... kenapa tidak?! dr. Novina pun menyarankan 3 jenis olahraga yang tepat dilakukan oleh ibu hamil. Yakni jalan-jalan, senam low impact dan berenang. "Hah, berenang bukannya olahraga yang banyak membakar kalori ya?"

"Kenapa ibu hamil disarankan untuk melakukan olahraga renang?"
Karena, saat seseorang (dalam hal ini ibu hamil) berada di dalam air maka massa tubuhnya akan menjadi lebih ringan dibandingkan di darat. Selain itu, jika berada di air cedera pada otot dapat diminimalisir. Ohya, satu lagi tips. Karena suhu tubuh ibu hamil cenderung tinggi, ada baiknya tiap 15-20 menit kita minum air untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Bagaimana dengan hubungan seksusal saat masa kehamilan?

Olahraga boleh, lantas ... boleh kah ibu hamil melakukan hubungan seksual?
"Pertanyaan favorit para ayah nih." ujar dr. Novina diikuti gelak tawa para peserta talkshow siang itu.

Penasaran?! Hubungan seksual saat masa kehamilan sah-sah saja dilakukan, berita bagus nih untuk para ayah hehe. Aktivitas tsb dapat dilakukan, namun tetap dengan beberapa syarat, di antaranya:

  1. Tidak ada kontraksi, atau pun flek.
  2. Sang ibu, bukan pendertia abortus habitualis.
  3. Tidak didiagnosa plasenta previa.
  4. Ketuban utuh.
  5. Saat melakukan hubungan seksual, posisi diharapkan tidak menekan perut sang ibu.
Gimana? Sudah tidak penasaran lagi kan? Talkshow singkat kemarin, cukup menjawab beberapa pertanyaan seputar kehamilan yang selama ini masih menggantung di pikiranku.

***
Setelah sesi kedua, aku menyempatkan diri mengikuti senam hamil, ssst ... karena senam kemarin difokuskan untuk usia kehamilan di atas 6 bulan. Jadi aku hanya mengikuti di bagian pemanasannya saja, lalu mengikuti beberapa pengecekkan kesehatan, dan ditutup dengan makan siang :)

Jangan lupa ... healthy and happy pregnancy is a must!
with luv ♡

* sumber informasi:
[1] Postpartum Depression, BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Mood Postpartum
repository.usu.ac.id [diakses tanggal 13 Februari 2017].

You Might Also Like

7 comments

  1. Aku tau dari infotemen kalo berenang tu bagus buat ibu hamil. Kalo ga salah pas jamannya arzetti bilbina hamil anak pertama deh itu.. Udah lama banget yaa..hihi..

    Oya, ada pembaca blogku yg tentang VBAC itu, kemudian jd berteman sm aku. Dia pas HPL blm ada kontraksi atau tanda2 mau melahirkan. Trus dia "ketemu" sama suaminya, lalu terjadilah kontraksi itu. Jadi memang hubungan badan itu memicu kontraksi yaa.. Katanya sih kalau udah hamoir hari H, disarankan utk lebih sering. Hihihi.. Cuma dulu suamiku suka takut malah. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya rata2 mungkin juga sama ya, "takut". Tapi kalo udah tau batas amannya seperti apa, mungkin takutnya hilang :D

      Delete
  2. Sejak kena toxo aku sering nyaranin temen-temen untuk tes kesehatan pra-nikah, atau kalau yang sedang merencanakan hamil ya test pra-kehamilan itu. Sayang, suka pada males, dan seringnya aku malah diketawain.

    Nice sharing mbak Ning, moga terus sehat sampai HPL nanti. Aku berdoa agar mbak Ning juga terus happy :) Amiin ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, justru itu garda terdepan seharusnya.
      Terima kasih untuk doanya, aamiin ya Rabb.

      Sehat selalu untuk mbak Wiwit dan keluarga ya :*

      Delete
  3. Hihihihi pertanyaan terakhir bikin saya ketawa juga wkwkwkw

    *dibawah umur karna blm menikah* eaaaaaaaa

    Btw iya loh saya sering liat di sini banyak bu ibu hamil renang. Rada geli takut dia kram apa gmn gitu, ternyata emang boleh ya

    ReplyDelete
  4. saya belum pernah berenang pas hamil, eh bahkan semenjak berhijab dari 2004 bisa dihitung jari berapa kali berenang. malu hihihi..

    ReplyDelete
  5. Tfs ya Mba, infonya sangat bermamfaat, saya udah mau 7 bulan nih bentar lagi senam hamil asikkk. Semoga kita disehatkan lahir batin ya Mba, anak sempurna aamiin

    ReplyDelete

Subscribe