Fourty 1

3:57 PM

"Is there anything else, Capt?" 
Sejujurnya bibir ini kelu dibuatnya, namun tetap memaksakan diri untuk menanyakan apakah ada lagi request minuman selain teh untuk sang Capt.
Pilot baru maskapai tempatku bekerja berpangkat kapten, dan belakangan menjadi buah bibir di kalangan cabin crew. Pindahan dari maskapai bintang 5 asal Timur Tengah, selang beberapa bulan ini aku pun kerap menjadi kru dalam penerbangannya. Dan ntah kenapa kalo kuperhatikan Ia sering mencari-cari momen denganku "Hmmm masak iya sih?!" Batinku berujar pengelakkan.
"Hmmm...nope, thanks for the tea."
Gerard Reeves nama aslinya, teman seprofesinya lebih sering memanggilnya Gerry. Ia pun bergegas menjawab pertanyaanku sembari mengayunkan cangkir teh ke arahku dengan senyuman manisnya [deg] sumpah jantung ini seakan ikut salting (salah tingkah).
"Professional, professional, pleaseee!" batinku kembali berujar, kali ini agak sedikit berteriak.
Abaikan! Ini cuman mood booster saat jam kerja menyita daya dan energi. Long haul flight route, kudu semangat karena 10 jam lebih bakalan onboard!
"Eh, si 40 (red: fourty) belakangan kok sering nyamperin galley sih?" 
Sindir Tika, sambil menyiapkan menu, request dari beberapa penumpang business class. Aku dan Tika menggunakan nama inisial. Ya, karena Gerry emang lagi happening menjadi topik pembicaraan, dan seperti biasa...intial name kami gunakan untuk beberapa HOT topik. "Enggak ah, perasaan emang kebiasaannya mampir ke galley deh. Biasa, nyari teh anget." Hihihi pekikku berusaha mengelak, meskipun hati rasanya nggak demikian [duh].

15 menit setelah pesawat take-off dengan sempurna menuju London, dari Singapore. Segera kudorong troli makanan menuju business class cabin, tak lama setelah Tika menyiapkan makanan tadi.

Well, welcome onboard
source: pixabay

You Might Also Like

0 comments

Subscribe